BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. LATAR BELAKANG

                  Praktik Industri (PI) adalah mata kuliah yang harus di tempuh oleh         mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. PI merupakan        mata kuliah praktik sebanyak 3 (tiga) SKS yang dilaksanakan di lapangan     atau industri. Praktik Industri dapat ditempuh mahasiswa setelah menempuh       Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) minimal 90 SKS. Pelaksanaan PI             menggunakan sistem blok yang dapat diambil pada semester genap ataupun      gasal.

                  Adapun pelaksanaan tempat Praktik Industri yang relevan dengan juruasan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga dengan Program Studi Tata Boga meliputi : bagian gizi pada rumah sakit, bagian dapur usaha boga untuk hotel, restaurant, asrama-asrama, panti asuhan, lembaga kemasyaarakatan, bakery, catering, pabrik makanan dan minuman, suplier bahan mentah dan matang, training centre, home industry, food and beverage di hotel.

                  Dengan demikian penulis dalam melaksanakan Praktik Industri memilih usaha boga di pabrik makanan, yaitu : PT. sarang Walet Handika Unit Produksi Bolu Merk Turangga Waskita Klaten. Untuk laporan Praktik Industri, maka penulis mengambil judul tentang “Pengolahan Bolu Kering/Panggang di PT. Sarang Walet Handika/Turangga Waskita Klaten”. Alasan penulis memilih judul demikian karena PT. Sarang walet Handika/Turangga Waskita memproduksik kue-kue kering dan bolu kering/panggang yang telah terkenal aserta pasarannya pun sudah meluas yaitu meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sebagian daerah Jawa Barat seperti Cirebon dan Banjarnegara. Dengan demikian penulis tertarik untuk mempelajari dan melaksanakan praktik industri pada pembuatan bolu kering/panggang.

                  Program Praktik Industri merupakan kegiatan lapangan yang meliputi program umum dan khusus, yaitu :

1.      Program Umum

      Program umum adalah kegiatan pengumpulan data baik secara observasi, wawancara, dan terjun langsung ke lapangan. Adapun data yang dikumpulkan antara lain : sejarah perusahaan, struktur organisasi, kepegawaian, dan kegiatan yang diselenggarakan.

2.      Program Khusus

      Program Khusus adalah pelaksanaan pekerjaan kejuruan yang sesuai dengan program studi mahasiswa yaitu dengan mengumpulkan pengetahuan bidang kejuruan dan membandingkannya dengan teori yang diperoleh dari perkuliahan.

                       

 

 

 

 

  1. TUJUAN PRAKTIK INDUSTRI

                  Tujuan umum pelaksanaan Praktik Industri di PT. sarang Walet             Handika/Turangga Waskita Klaten, yaitu :

    1. Sebagai salah satu syarat dari Mata Kuliah Praktik Industri, Program Studi Tata Boga, Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta.
    2. Menerapkan ilmu teoritis dan terapan yang telah diperoleh di Universitas Negeri Yogyakarta.
    3. Untuk memperluas dan memperdalam ilmu untuk terjun langsung di dunia kerja.
    4. Mengenal secara dekat dan nyata kegiatan di Industri Boga.  

      Sedangkan tujuan khusus dilakukannya praktik Industri pada bagian pengolahan bolu kering/panggang adalah :

1.      Dapat mengenal lebih mendalam tentang manajemen Industri yang meliputi sejarah berdirinya PT. sarang walet handika/Turangga Waskita Klaten, struktur organisasi, kepegawaian dan kegiatan yang diselenggarakan di Industri.

2.      Dapat mengetahui dan mempelajari pembuatan bolu kering/panggang.

3.      Dapat mempelajari dan melaksanakan tentang bagaimana cara pembuatan bolu kering/panggang.

 

 

 

  1. MANFAAT PRAKTIK INDUSTRI

1.      Bagi Mahasiswa

a.       Memperoleh pengalaman guna meningkatkan ketrampilan yang relevan dengan program studi dari penulis yaitu Tata Boga.

b.      Memperoleh pengetahuan tentang kondisi fisik dan peralatan yang digunakan di Industri Jasa Boga.

2.      Bagi Universitas Negeri Yogyakarta

a.       Meningkatkan dan menjalin kerjasama antara pihak Universitas dengan dunia Industri Jasa Boga.

b.      Mengembangkan dan meningkatkan materi perkuliahan sehingga sesuai dengan tuntutan dunia Industri jasa Boga.

3.      Bagi Industri

Dengan adanya kerjasama antara pihak Universitas dengan dunia Industri Jasa Boga dengan baik, maka diharapkan adanya masukkan dari dunia Industri Jasa Boga yang dapat digunakan bahan pertimbangan untuk meningkatkan mutu lulusan.

 

 

 

 

 

 

 

D.    WAKTU DAN TEMPAT PRAKTIK INDUSTRI

      Waktu              :

      Tempat : PT. Sarang Walet Handika/Turangga Waskita, Klaten

 

  1. METODE PENGUMPULAN DATA

                  Untuk meperoleh data-data yang diperlukan guna pengumpulan data, maka menggunakan beberapa metode yaitu :

    1. Observasi/Pengamatan

      Observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung di Industri.

    1. Wawancara

      Wawancara adalah metode pengumpulan data untuk memperoleh informasi dengan mengajukan pertanyaan secara lisan.

    1. Dokumentasi   
    2. Literatur

      Data diperoleh dengan kajian pustaka yang relevan dengan judul.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KEGIATAN UMUM

 

A.     SEJARAH PERUSAHAAN

                  PT. Sarang Walet Handika/Turangga Waskita berdiri pada tanggal 1 September 1993 dengan nama UD. Bintang Walet, dengan pendirinya adalah Bapak Handoyo, Bapak Roni Pawaka, Dan Bapak Edy Widyanto, Phd. Pada tahun 1998 UD. Bintang Walet berubah menjadi CV. Bintang Walet dengan Akta Notaris Heri Prabowo No. 6 tanggal 28 November 1998 (berdasarkan SK Menteri Kehakiman tanggal 23 November 1989). Kemudian pada tahun 2000 CV. Bintang Walet berubah menjadi PT dengan Akta Notaris No. 14 tanggal 14 April 2000 yang disahkan oleh Menteri Kehukuman : SK. Dept. Hukum dan Perundang-undangan RI No. C-118675. HT. 01. 01. TH. 2000.

                  Pada awal berdirinya perusahaan ini adalah dengan mengontrak rumah di desa Karang Anom, Klaten. Kemudian pada tanggal 1 September 1994 perusahaan tersebut pindah ke Jl. Diponegoro 9, By Pass Utara, Klaten karena meningkatnya produksi perusahaan, lalu tanggal 1 Juli 1997 pindah lagi ke Jl. Candisari No. 2, By Pass, Klaten.

                  Pertamakali PT. Sarang Walet ini memproduksikan kacang telur kemudian perusahaan mengembangkan produk baru yaitu kacang atom, kacang bandung, dan ceriping pisang. Seiring dengan perkembangan perusahaan yang semakin meningkat keuntungannya, maka PT. Sarang Walet menambah lagi jenis produknya yaitu bolu kering/panggang serta kue-kue kering. Untuk lebih memudahkan kegiatan administrasi pada bulan Agustus 2001 kegiatan manajemen perusahaan dipisah menjadi dua divisi yaitu divisi kacang dan divisi bolu.

     

B.     STRUKTUR ORGANISASI

                  Adapun struktur organisasi PT. Sarang Walet Handika Unit Bolu Merk Turangga Waskita adalah sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                  Adapun tugas, tanggung jawab, dan wewenang masing-masing jabatan, yaitu :

1.      Pimpinan

      Bertanggung jawab atas seluruh kegitan dalam perusahaan dan bertugas untuk mengontrol jalannya perusahaan, mengkoordinasi, mengawasi, dan membagi tugas masing-masing manajer bawahannya, dan mengambil keputusan penting perusahaan.

2.      Direktur Operasional

      Bertanggung jawab kepada pimpinan tentang kegiatan operasional dalam perusahaan. Melakukan pengontrolan, pengkoordinasian, pengawasan, dan pembagian tugas manajer-manajer dan bawahannya serta merupakan pengambil keputusan-keputusan strategis untuk menjaga kinerja perusahaan.

3.      Manajer Umum

      Bertugas untuk mengatur kegiatan rumah tangga perusahaan yang meliputi perekrutan karyawan, penentu kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan(kesehatan, gaji, cuti, dan lain-lain), serta bertanggung jawab atas barang-barang berharga perusahaan seperti mesin-mesin, kendaraan perusahaan, dan bangunan.

4.      Manajer Produksi

      Berugas untuk membuat laporan macam barang dan jumlah barang yang diproduksi, membuat konfirmasi dengan manajer pemasaran untuk mengetahui kebutuhan barang dan banyaknya produksi sesuai order, serta membuat order kebagian logistik. Manajer produksi ini membawahi :

a.       Kabag Produksi

      Berugas untuk memantau jalannya proses produksi yaitu pembuatan bolu panggang dan kue kering, mengecek komposisi bahan dan membuat usulan permintaan kebutuhan bahan sesuai dengan jumlah produksi, menentukan produk mana yang harus didahulukan, mengecek tanggal kadaluarsa produk, menset alat penanda kadaluarsa dan bertanggung jawab dalam pengendalian mutu produk.

b.      Kepala Bahian Logistik/Pembelian

      Bertugas untuk mengontrol ketersediaan bahan dan perencanaan pengadaan bahan/pembelian bahan seperi bahan baku, bahan pembantu, dan bahan pelengkap, serta peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan manajer produksi, menyerahkan pembelian bahan ke bagian produksi, membuat anggaran pembelajaan ke kasir juga membuat laporan kekasir.

c.       Kabag Gudang Jadi

      Bertugas untuk mengontrol dan mengecek jumlah barang jadi yang ada serta bertanggung jawab dalam memasukkan dan mengeluarkan barang jadi dari gudang. Selain itu juga bertugas mengontrol produk yang terkait dengan penyimpanan produk dan kemasan yang sesuai dengan standar produk pangan.

 

d.      Teknisi

      Bertanggung jawab dalam pengcekkkan dan pengontrolan kelayakan mesin-mesin produksi seperti : mixer, oven, dan penggilingan jahe, memperbaiki alat-alat produksi yang rusak, membuat daftar permohonan pengadaan komponen-komponen dari alat-alat produksi bila ada kerusakan.

5.      Manajer Pemasaran

      Bertugas untuk membuat budget penjualan dan penagihan, memantau penjualan dan penagihan, mengatur kunjungan pelanggan, mengatur perputaran jadwal kunjungan sales dan membuat laporan penjualan. Manajer pemasaran ini bertanggung jawab langsung kepada pimpinan serta membawahi : sales dan supir.

6.      Manajer Keuangan

      Bertanggung jawab dalam penyusunan anggaran perusahaan, penyusunan anggaran perusahaan dibagi menjadi empat tahap yaitu anggaran untuk satu tahun yang dibagi menjadi anggran untuk tiap empat bulan kemudian dari empat bulan dibagi menjadi tiap satu bulan dan dari satu bulan dibagi menjadi tiap sepuluh hari dan dievaluasi tiap sepuluh hari. Membuat laporan keuangan perusahaan yaitu perhitungan rugi laba, perhitungan cast flow, penyusunan neraca dan pengontrolan modal kerja. Manajer keuangan ini merangkap menjadi bagian administrasi dan membawahi kasir yang mempunyai tugas membuat penerimaan dan pengeluaran kas, bank, cek, dan membuat daftar kas bank.

C.     KETENAGAKERJAAN

                  PT. Sarang Walet Handika unit bolu memiliki karyawan sebanyak tujuh puluh enam orang yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu : a). Tenaga kerja bulanan tetap, yaitu tenaga yang menerima gaji tetap tiap bulan dari perusahaan, b). Tenaga harian tetap, yaitu tenaga yang menerima upah tetap per hari dari perusahaan setiap hari sabtu, c). Tenaga kerja tidak tetap (borongan) merupakan tenaga yang bekerja secara borongan. Adapun jenjang kependidikan para karyawan di PT. Sarang Walet Handika yaitu dari tingkat SD – SMK / SLTA di bagian produksi sedangkan tingkat SMK / SLTA – PT di bagian administrasi.

                  Untuk pengaturan jam kerja di PT. Sarang Walet telah ditetapkan selama delapan jam dari hari senin sampai sabtu mulai jam 08.00 WIB – 16.00 WIB sedangkan jam 12.00 WIB – 13.00 WIB adalah jam istirahat, kecuali hari libur nasional dan hari raya agama. Sedangkan ada waktu-waktu tertentu yang lembur baik karyawan bulanan maupun harian dalam memenuhi target pesanan  dan stok produk.

                  Untuk meningkatkan kesejahteraan para karyawan PT. Sarang Walet Handika/Turangga Waskita memberikan fasilitas dan jaminan kerja, yaitu :

a.       Jamsostek (jaminan kesehatan, tunjangan kecelakaan kerja, dan tunjangan kematian bukan karena kerja).

b.      Tunjangan profesionalisme

c.       Tunjangan prestasi kerja

d.      Tunjangan hari raya

e.       Penyediaan makan siang setiap hari oleh perusahaan.  

 

 

D.    ALAT PRODUKSI

 

 

lanjut